Khasiat Beras Hitam yang Luar Biasa

Apa itu beras hitam?
Sesuai namanya, beras ini berwarna hitam. Namun, beras hitam bukanlah beras ketan hitam yang selama ini sudah familiar di masyarakat. Beras hitam (Oryza sativa L.indica), merupakan jenis beras yang mengandung antosianin dalam aleron yang lebih tinggi dibanding beras putih.
Dahulu beras hitam biasa dikonsumsi sebagai makanan sehat di daerah Cina. Hanya kalangan tertentu saja seperti kalangan bangsawan yang boleh mengkonsumsi beras hitam. Masyarakat biasa tidak boleh mengkonsumsi beras istimewa ini. Oleh karena itu, beras hitam ini disebut juga “beras terlarang” atau “forbidden rice”.
Budidaya beras hitam termasuk sulit dibandingkan dengan beras putih. Usia panen beras hitam relatif lebih lama dibandingkan dengan beras putih. Beras hitam mempunyai batang padi yang lebih tinggi. Beras ini juga berbau wangi, oleh karen itu, beras hitam ini lebih disukai oleh burung.

Beras hitam ini bukanlah ketan hitam. Beras hitam yang warna sebenarnya agak keungu-unguan selama ini memang dikenal punya banyak khasiat. Khasiat itu ternyata bisa dibuktikan oleh ilmuwan yang melakukan uji ilmiah. Ilmuwan menemukan beras hitam memiliki kadar antioksidan berupa antosianin (anthocyanin) yang larut dalam air, kandungan senyawa-seyawa antioksidan yang dalam tubuh berfungsi melindungi sel-sel tubuh dengan mengikat radikal bebas yang bisa merusak sel tubuh. Dalam ilmu pengobatan Tradisional Cina, makanan berwarna hitam memiliki khasiat pengobatan dan kesehatan bagi fungsi ginjal. Berbagai studi iptek modern belakangan ini menunjukan bahan makanan berwarna hitam kaya serat, asam-asam amino, mineral, dan unsur nutrisi lainya. Beras hitam ini juga memiliki kadar karbohidrat yang lebih rendah dari beras biasa dengan kandungan zat besinya yang cukup tinggi. Iptek modern membuktikan kekayaan beras hitam akan kandungan vitamin, mineral dan antioksidan.
Beras hitam memiliki khasiat yang lebih baik dibanding beras merah dan beras putih. Pangan yang belum sepopuler beras putih ini berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, memperbaiki kerusakan sel hati, mencegah gangguan fungsi ginjal, mencegah kanker/ tumor, memperlambat penuaan, sebagai antioksidan, membersihkan kolesterol dalam darah, dan mencegah anemia.
Beras hitam dan beras merah belum menjadi bahan pangan pokok seperti halnya beras putih, meskipun kedua beras berwarna ini mempunyai nilai gizi tinggi. Produk makanan dan minuman dari kacang hitam, wijen hitam, dan beras hitam menjadi populer. Di Korea, beras hitam menjadi bagian penting dalam pemeliharaan kesehatan karena kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan.

Beras hitam merupakan varietas lokal yang mengandung pigmen paling baik, berbeda dengan beras putih atau beras warna lain. Beras hitam memiliki rasa dan aroma yang baik dengan penampilan yang spesifik dan unik. Bila dimasak, nasi beras hitam warnanya menjadi pekat dengan rasa dan aroma yang menggugah selera makan. Di Bogor ada rumah makan yang menyediakan nasi timbel dari beras hitam.
Warna beras diatur secara genetik, dan dapat berbeda akibat perbedaan gen yang mengatur warna aleuron, endospermia, dan komposisi pati pada endospermia. Beras putih agak transparan hanya memiliki sedikit aleuron dan mengandung amilosa sekitar 20%.
Pada beras merah, aleuron mengandung gen yang memproduksi antosianin sebagai sumber warna merah atau ungu. Pada beras hitam, aleuron dan endospermia memproduksi antosianin dengan intensitas tinggi sehingga warna beras menjadi ungu pekat mendekati hitam. Ketan hitam merupakan versi ketan dari beras hitam. Beras hitam memiliki khasiat yang lebih baik dibanding beras merah atau beras warna lain.
Dari hepatitis, kanker sampai penyakit jantung
Beras hitam berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, memperbaiki kerusakan sel hati (hepatitis dan chirosis), mencegah gangguan fungsi ginjal, mencegah kanker/tumor, memperlambat penuaan, sebagai antioksidan, membersihkan kolesterol dalam darah, dan mencegah anemia.
Beras merah berkhasiat mencegah sembelit, cocok untuk diet, mencegah penyakit saluran pencernaan, meningkatkan perkembangan otak, menurunkan kolesterol darah, mencegah kanker dan penyakit degeneratif, menyehatkan jantung, dan mengandung vitamin B1 dan mineral lebih tinggi dibanding beras putih.

Kandungan zat besi tinggi
Beras hitam mengandung sedikit protein, namun kandungan besinya tinggi yaitu 15,52 ppm, jauh lebih tinggi dibanding beras dari varietas IR64, Ciherang, Cisadane, Sintanur, Pandanwangi, dan Batang Gadis yang kandungan besinya berkisar antara 2,9-4,4 ppm.

Zat besi dibutuhkan tubuh dalam pembentukan sel darah merah. Pengkayaan zat besi pada beras untuk mengatasi anemia yang dewasa ini digalakkan tampaknya perlu mulai berpaling pada beras hitam atau beras merah.
Kandungan beras hitam
Sebenarnya apa saja kandungan beras hitam?
Dari Tabel Komposisi Pangan Indonesia dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (2009) kandungan zat gizi beras hitam dan beberapa jenis beras dalam 100 gram bahan makanan adalah seperti pada tabel berikut ini.

TABEL
KOMPOSISI GIZI BERBAGAI BERAS
No Nama bahan Energi (kkal) Protein (gram) Karbohidrat (gram) Lemak (gram) Serat (gram)
1 Beras hitam 351 8 1,3 76,9 20,1
2 Beras putih 357 8,4 1,7 77,1 0,2
3 Beras merah 352 7,3 0,9 76,2 0,8
4 Beras ketan putih 361 7,4 0,8 78,4 0,4
5 Beras ketan hitam 360 8 2,3 74,5 1

Dari tabel diatas terlihat bahwa kandungan serat beras hitam sangatlah tinggi jika dibandingkan dengan beras putih yang biasa dikonsumsi masyarakat. Serat sangat berpengaruh dalam pengaturan kadar gula darah penderita diabetes mellitus. Menurut Penuntun Diet Penyakit Diabetes Mellitus, asupan serat bagi pasien diabetes mellitus dianjurkan sejumlah 25 gram/hari 14. Tjokroprawiro (1996) mengatakan dalam diet Diabetes Mellitus juga diperlukan serat yang dapat menekan kadar glukosa darah sesudah mengkonsumsi makanan. Serat ini bisa menghambat penyerapan glukosa makanan sehingga sangat membantu dalam mengendalikan kadar gula darah 8.

Indeks Glikemik beras hitam
Berdasarkan indeks glikemik, makanan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu makanan dengan indeks glikemik rendah (indeks glikemik 75) 23.Menurut penelitian dari Yang et al, 2006 indeks glikemik beras hitam jauh lebih rendah daripada beras putih. Indeks glikemik beras hitam adalah sekitar 42,3±9,0, sedangkan indeks glikemik dari beras putih adalah 82,3±3,1.

Berdasarkan kelompok tersebut beras hitam termasuk dalam kelompok makanan dengan indeks glikemik rendah dan beras putih termasuk dalam kelompok makanan dengan indeks glikemik tinggi. Mengkonsumsi makanan yang mempunyai indeks glikemik rendah akan memperlama rasa kenyang dan mampu menjaga kestabilan kadar gula darah. Makanan dengan indeks glikemik tinggi tidak bagus untuk penderita diabetes mellitus dan orang yang mengalami gangguan keseimbangan kadar gula darah 23.

Sumber : https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=231657650285976&id=301651109870517

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>